April 06, 2011

The Hurricane Came After The Rainbow

saya bukan pembicara yang baik, saya susah merangkai kalimat saya.
Susah payah saya menulis, jadi tolong dengarkanlah setiap kalimat yang saya ucapkan melalui tulisan saya.

saya bukan perencana yang baik, saya seringkali khawatir dengan rencana, tapi bukan berarti saya tidak memiliki rencana, hanya saja, saya orang yang kondisional dan saya lebih suka sesuatu yang spontan. Lebih natural (menurut saya).

Berada dalam posisi yang tidak menguntungkan membuat saya semakin takut untuk bicara. Beberapa orang terdekat saya selalu bilang kalau saya terlalu frontal. tapi saya lebih suka menyebutnya dengan kejujuran yang difollow up.

Sama seperti perempuan pada umumnya, saya suka dengan sesuatu yang detail, tapi belakangan, pengalaman kurang baik saya membuat saya berpikir bahwa hidup seharusnya dijalani dengan santai. Perlahan-lahan saya menyingkirkan benang kusut dalam pikiran saya hingga membentuk suatu benang yang jelas ujung ujung nya.

Oya! Saya senang menjadi orang seperti itu. Kata orang, 'ceplas ceplos'. Tapi tentunya, saya telah mengamatinya lebih dahulu. jadi jangan khawatir, insya Allah, yang saya katakan selalu sudah saya pikirkan (begitu pula dengan jokes tentunya)

mm, sejujurnya, saat saya mulai bicara untuk satu hal yang serius, saya telah susah payah mengumpulkan energi untuk mengatakan itu. yah, menurut saya, rasanya seperti menyanyi, bicara di depan umum, atau pembicaraan yang sangat sentimentil. Kemudian, berkat response yang kurang berkenan, mohon maaf, saya akan mengatakan 'tidak tahu' untuk kelanjutannya. Tapi saya bisa menjadi orang yang paling cerewet untuk hal hal yang tertentu.

Saya yakin, ''Allah Yang Maha Baik Akan Selalu Memberikan yang Baik untuk Umat yang Baik dan Akan Selalu Memberikan Perubahan untuk Umat yang Belum Menemukan Cara untuk Menjadi Baik.''
 
 
pembangkit semangat saya dalam mengerjakan sekarung tugas, alhamdulillah

pancake grande chocolate dan chocolacino :)
--coffee toffee's-- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar